“Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti………………..”
Itulah sebaris lirik dari album group band Dewa yang awal dirilis kira-kira sembilan tahun yang lalu. Ketika itu Once sebagai vokalis baru menggantikan Aril Lasso yang memilih hengkang dari Dewa. Lagu yang tidak membuat bosan untuk didengarkan ini mengandung makna bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang tidak akan ada habisnya, perjuangan ini akan berhenti ketika kita dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Yang berlalu sudahlah berlalu jangan kita menangisi masa yang telah lewat tersebut. Mari kita menatap masa depan yang terbentang luas didepan.
Tulisan ini saya beri judul “Kota-kota tempatku berjuang” , maksudnya kota-kota tempat saya pernah hidup selama kurun waktu 1984 sampai 2009. Masing-masing kota mempunyai kenangan tersendiri yang berbeda satu sama lain dan tak akan pernah terlupakan sampai kapanpun juga. Tulisan ini mungkin akan saya buat bersambung menjadi beberapa bagian karena banyak sekali cerita-cerita indah yang susah untuk dilupakan maupun cerita-cerita pahit yang tidak perlu untuk dikenang kembali.
Perjalanan hidup saya berawal dari sebuah kota kecil ditengah provinsi Sumatera Barat bernama “SOLOK”. Kota ini agak lumayan ramai karena posisinya sebagai persimpangan jalur lintas sumatera. Saat itu Solok terbagi menjadi dua Kabupaten dan Kota Solok. Kota Solok hanya mempunyai dua kecamatan dan Kabupaten Solok mempunyai banyak kecamatan yang saya tidak begitu ingat jumlahnya. Karena wilayahnya yang begitu luas saat ini Solok sudah terbagi tiga, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.
Saya lahir di Kabupaten Solok tepatnya di desa Paninjauan Kec. X Koto Diatas kira-kira satu jam perjalanan dari kota Solok. Kelahiran saya saat itu hanya dibantu oleh seorang bidan desa karena Paninjauan hanyalah sebuah desa kecil yang tidak begitu maju dan jauh dari kota. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir